Penjelasan Pertamina soal Informasi Pertalite Naik Jadi Rp 10.000 Per Liter

Penjelasan Pertamina soal Informasi Pertalite Naik Jadi Rp 10.000 Per Liter

Palembangport.com – Pertamina menjelaskan berhubungan ramainya info bahwa Pertalite akan mengalami kenaikan menjadi Rp 10.000 per liter. Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tipe Pertalite menjadi Rp 10.000 menyebar di media sosial Twitter dan Instagram. Salah satunya diunggah oleh akun ini. “unsur harga minyak mmg naik karna efek ukraina sm rusia, jdi mau gimna lagi,” tulis salah seorang akun. “Naik terus, kayak gengsimu,” tulis akun lainnya. Benarkah harga Pertalite akan naik menjadi Rp 10.000 per liter?

Penjelasan Pertamina

Berkaitan berita harga Pertalite yang akan naik jadi Rp 10.000 per liter, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan bahwa Pertamina saat ini masih menunggu arahan Pemerintah. “Sementara kami masih menunggu arahan dari pemerintah sebab penentuan harga merupakan kewenangan dari regulator,” kata Ginting ketika dihubungi Palembangport.com, Jumat (20/8/2022). Irto menegaskan, untuk saat ini harga Pertalite masih konsisten sebesar Rp 7.650. “Sampai dikala ini harga Pertalite masih konsisten Rp 7.650 sebagaimana ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.

Tanda-tanda kenaikan BBM

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberi tahu, Saat ini belum ada penugasan kepada Pertamina untuk menaikkan harga Pertalite. Dia menyebutkan, pemerintah masih membahas pengurangan subsidi yang terkait dengan kenaikan harga Pertalite. “Rencananya pengurangan subsidi, itu masih dibahas, belum ada putusannya. Jadi kan dari Kemenko, Menteri ESDM, dan Menkeu,” ujar Erick Thohir, dikutip dari Palembangport.com, Selasa (18/8/2022). Ia juga mengatakan, pada dasarnya pembahasan kenaikan harga Pertalite tak melibatkan Kementerian BUMN.

 

Melainkan, kalau telah terdapat keputusan, Pertamina sebagai BUMN yang ditugaskan sebagai penyalur akan diberi penugasan untuk mengimplementasikan kenaikan harga. “Black and white bagaimananya kan belum jelas. Kita kan hanya menerima penugasan,” kata Ia. “Jadi hingga hari ini saya sebagai menteri BUMN belum menerima keputusan seperti itu, saya tunggu saja,” imbuhnya.

Luhut: Naik pekan depan

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Jokowi kemungkinan akan mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite dan Solar pada pekan depan. Luhut mengucapkan, harga BBM subsidi yang dikala ini telah membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 502 triliun. “Nanti mungkin pekan depan Presiden akan mengumumkan mengenai apa bagaimana mengenai kenaikan harga ini (BBM subsidi),” katanya dalam Kuliah Lazim Universitas Hasanuddin, Kamis (18/8/2022). Berdasarkan Luhut, Presiden Jokowi sudah mengindikasikan tak mungkin untuk pertahankan harga BBM dikala ini karena telah termurah di wilayah. \”Kita jauh lebih murah dari yang lain dan itu muatan terlalu besar kepada APBN kita,” kata Luhut.

Pembahasan internal

Sementara itu, Menteri Daya dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, rencana kenaikan harga Pertalite masih dalam pembahasan di internal pemerintah. “Lagi dibahas (kenaikan harga Pertalite), masih dikoordinasikan di Pak Airlangga (Menko Perekonomian),” ujarnya, sebagaimana dikutip dari web yang sama. Ia mengatakan, keputusan kenaikan harga Pertalite masih menunggu revisi Aturan Presiden (Perpres) 191 Tahun 2014 seputar Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. Ia ingin revisi perpres dapat rampung bulan ini. “Kita harus ubah Perpres dulu, gampang-mudahan (bulan ini selesai) sebab harus sosialisasikan dahulu,” kata Arifin.

Dapatkan update isu pilihan dan breaking news setiap hari dari Palembangport.com.